04 Februari, 2026

Tren Memelihara Ikan Cupang dan Manfaatnya yang Luar Biasa

Memelihara ikan cupang sebagai salah satu ikan hias sudah menjadi tren dalam dua tahun terakhir. Ada beberapa alasan mengapa banyak orang tertarik memelihara ikan cupang, mulai dari adanya kepuasan tersendiri melihat uniknya motif ikan cupang, mengatasi stres dan kesepian, untuk kepentingan bisnis, sampai dilombakan. Perawatannya pun simpel sebetulnya asal tahu triknya.

Saya memelihara empat ikan cupang dengan motif yang berbeda dan tidak untuk dilombakan. Alasan saya memelihara ikan cupang ini untuk mengatasi kejenuhan, sambil sekalian jemur bareng saat pagi hari. Aktivitas ringan yang berkaitan dengan pemeliharaan ikan cupang adalah memberi makan 2 kali sehari, menjemur ikan cupang seminggu 2 kali di pagi hari dengan durasi 15 menit, dan menguras kandangnya 3 hari sekali atau saat air di kandang terlihat sudah keruh.


Manfaat memelihara ikan cupang ternyata luar biasa:

1. Mengatasi stres. Pikiran akan lebih tenang dan bisa berpikir dengan baik jika stres bisa dikendalikan


2. Meningkatkan fokus dan tanggung jawab, mulai dari memberikan makan, menguras kandang, menjemur ikan cupang berikut kandangnya, sampai memberikan vitamin. Sehingga akan bermanfaat untuk meningkatkan fokus dan tanggung jawab saat melakukan aktivitas yang lebih serius


3. Meningkatkan kreativitas, kaitannya dengan aktivitas mengasah otak kanan. Ketika kita disibukkan dengan aktivitas harian yang lebih mengandalkan otak kiri tanpa diimbangi dengan aktivitas otak kanan mengakibatkan pikiran cepat lelah dan stres 


4. Meningkatkan kualitas tidur. Bagus juga buat terapi penyakit sulit tidur (insomnia) dan sering mendengkur


5. Bagus untuk kesehatan mental. Terkadang aktivitas harian yang menjenuhkan dan penuh tekanan perlu diatasi dengan kegiatan seperti ini


6. Memperindah ruangan. Ketika ruangan di rumah terlalu polos tentunya membuat bosan dan tidak betah. Salah satu cara mempercantik ruangan adalah dengan memelihara ikan cupang yang disimpan di kandang yang bersih, ada tanamannya, lampu, dan aksesoris 


7. Ada seni tersendiri saat melihat sirip cupang jantan mengembang (nge-flare) karena bertemu sesama ikan cupang jantan dan mengajak berkelahi. Untuk itu, ikan cupang jantan harus dipisah kandangnya. Ikan cupang betina bisa juga mengembang siripnya hanya tidak seagresif ikan cupang jantan 


8. Peluang bisnis lewat jual beli cupang maupun dilombakan. Bisnis jual beli cupang bisa dimulai dari skala kecil dengan modal Rp 500.000 sampai skala besar dengan modal puluhan juta rupiah. Umumnya hal-hal yang harus dipersiapkan adalah kandangnya berupa wadah/toples/akuarium tergantung skala bisnisnya, indukan, pakan (pelet maupun alami seperti jentik nyamuk/cacing sutra/kutu air), area budidaya, sampai kebutuhan listrik. Adapun varian cupang yang akan diperjualbelikan harus ditentukan, apakah jenis umum yang sering dibeli anak-anak atau jenis premium (chopper, galaxy, & giant) yang sudah pasti lebih mahal dan sering dilombakan. FYI, harga seekor ikan cupang juara kontes bisa mencapai jutaan rupiah (seperti ikan cupang jenis Nemo seharga Rp 3000000), tentunya dengan biaya pemeliharaan dan latihan yang tidak murah juga. Bandingkan dengan ikan cupang pada umumnya yang dijual Rp 10000 per ekor.


Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:

Blog 1: vickycahyagi.com

Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com

Blog 3: listrikvic.blogspot.com


06 April, 2025

Serba-Serbi Hewan Kucing

Kucing merupakan hewan jinak yang perilakunya menyenangkan dan sangat disukai oleh manusia sehingga sering dipelihara. Namun, ada kucing tertentu yang sangat liar, galak, dan menyebarkan virus tentunya sangat dihindari oleh manusia. Kucing tersebut umumnya juga menghindari manusia (mungkin trauma) dan dibiarkan bebas di jalanan, sehingga tidak direkomendasikan untuk dipelihara. Kucing merupakan mamalia karnivora dari keluarga Felidae

1. Klasifikasi

- Jika berdasarkan  ciri-ciri morfologis dan klasifikasi ilmiah, maka kucing termasuk keluarga Felidae. Masih termasuk keluarga kucing adalah harimau, macan, singa, jaguar, sampai cheetah

- Memiliki nama ilmiah Felis Silvestris Catus

- Jika mengacu pada klasifikasi garis keturunan, maka terdapat kucing ras dengan populasi hanya 1 % saja, sisanya campuran seperti kucing kampung dan liar


2. Karakteristik

- Bisa berlari dengan kecepatan maksimal 48 km/jam. Bandingkan dengan mamalia darat tercepat di dunia, cheetah, yang masih keluarga kucing, namun ini kucing besar, memiliki kecepatan lari sampai 130 km/jam, sudah setara dengan kecepatan kereta argo

 - Memiliki umur sekitar 13-20 tahun. FYI, usia satu tahun pertama kucing setara 15 tahun usia manusia. Namun saat tahun kedua bertambah 9 tahun usia manusia (15+9=24). Untuk tahun ketiga dan seterusnya, cukup ditambahkan 4 tahun usia manusia (24+4+=28). Maka tahun keempat 28+4=32 tahun. Begitupun seterusnya. Kalau kucing berusia 20 tahun bisa dikatakan panjang umur setara dengan 96 tahun umur manusia

- Kucing senang berada di tempat yang hangat

- Sesama kucing jantan berkelahi memperebutkan wilayah dan kucing betina, sementara kucing betina berkelahi demi melindungi anaknya dan merasa tidak nyaman dengan kehadiran kucing jantan

- Untuk jenis kucing liar yang hidup bebas, maka jenis terliar adalah kucing hutan yang ternyata terlarang untuk dipelihara. Perbedaan dengan kucing liar pada umumnya adalah kucing hutan memiliki ukuran tubuh yang lebih tinggi tapi ramping. Dengan bentuk tubuh seperti itu, kucing hutan terlihat lebih aktif, cepat, lincah, dan kuat, khususnya dalam berburu mangsa atau menghindari musuh. Di samping itu, morif kucing hutan terlihat lebih khas dengan motif seperti macan tutul. Kucing hutan diibaratkan hewan terwelu sementara kucing kampung biasa diibaratkan kelinci, serupa tapi tak sama

- Kucing kampung liar umumnya jarang sakit dan relatif mudah dipelihara (dan murah juga) dibanding kucing hias

- Seperti halnya manusia, ada kucing yang mengalami obesitas akibat pola makan yang buruk dan kurang gerak (terlalu sering dikandangin kalau kucing peliharaan)



3. Gestasi 

- Gestasi merupakan fase kehamilan sampai persalinan

- Ada fakta menarik, kucing betina yang baru berusia 6 bulan bisa mengalami kehamilan. Bisa dikatakan kucing tersebut mengalami fase birahi lebih dini dan pengaruh lingkungan juga. Kucing betina yang baru kawin bisa hamil setelah 2-3 minggu proses perkawinan

- Kehamilan kucing berlangsung sekitar 9 minggu

- Kucing yang hamil umumnya akan lebih sering rebahan, diam di rumah (jika peliharaan), lebih sering mencari perhatian, dan terlihat bersiap membuat sarang

- Nafsu makan menurun saat awal kehamilan, tapi meningkat drastis saat pertengahan sampai menjelang akhir kehamilan. Pada fase persalinan, nafsu makan akan menurun

- Kucing yang akan melahirkan terlihat gelisah, sering menjilat area kelamin, dan mencari tempat tersembunyi. Jarak antara kelahiran anak pertama dan kedua sekitar 15-30 menit

- Persalinan kucing normalnya membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam

- Pada dasarnya, kucing betina yang akan melahirkan tidak perlu membutuhkan manusia. Namun, manusia bisa saja dibutuhkan jika kucing terlihat stres dan ada ancaman gangguan predator seperti tikus yang mengincar anam kucing. Manusia hanya perlu membantu mencarikan tempat yang aman, hangat, dan luas untuk melahirkan, serta menyediakan makan minumnya

- Dokter hewan dibutuhkan jika kucing betina mengejan lebih dari satu jam tapi tidak ada tanda-tanda anak kucing keluar dan persalinan sudah lebih dari 8 jam tapi tidak ada tanda-tanda anak kucing keluar


4. Keistimewaan

- Kucing adalah hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW dan Nabi Sulaiman AS

- Menyayangi kucing adalah sunah Nabi Muhammad SAW, pahalanya akan lebih besar daripada menyayangi hewan lain pada umumnya. Begitupun sebaliknya, menyakiti kucing dosanya akan lebih berat karena berarti juga mengingkari sunah Nabi Muhammad SAW. Rasulullah sendiri memiliki kucing kesayangan yang bernama Muezza, yang berarti tersayang atau paling berharga 

- Kucing tidak najis, sehingga sisa air minumnya bisa digunakan untuk berwudu 

- Kucing bisa mengurangi stres, kecemasan, dan terapi berbagai penyakit seperti sesak napas pada manusia dengan catatan tidak memiliki alergi terhadap bulu kucing

- Kucing bisa menjadi sahabat bagi manusia, bahkan menjadi penolong di saat genting

- Kucing dibenci oleh makhluk halus karena dianggap bisa menetralisir energi negatif dan tentunya baik juga untuk mengatasi kesepian

- Kucing efektif untuk mengusir ular

- Kucing memiliki kepekaan tinggi terhadap gerakan dan suara, termasuk bencana alam


5. Keunikan

- Sejak 6000 SM, kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia untuk mengusir tikus dan membantu mengamankan hasil panen

- Kucing mampu berburu dan memangsa lebih dari 1000 spesies hewan

- Kucing tidak mampu merasakan rasa manis. Sel perasa pada kucing ada, namun tidak berfungsi optimal

- Waktu tidur kucing bisa mencapai 15-20 jam sehari. Bandingkan dengan waktu tidur manusia yang hanya 5-8 jam sehari. Waktu tidur kucing yang lama sebagai cara untuk mengumpulkan tenaga untuk berburu

- Telinga kucing mampu berputar 180 derajat akibat banyaknya jaringan otot yang mengendalikannya (berjumlah 32)

- Dapat merasakan emosi manusia. Kucing akan tahu perasaan si pemilik kucing sedang gembira atau sedih. Kucing pun akan tahu mana cat lovers mana pembenci kucing walau melihat sekilas dan baru dikenalnya

- Kucing memiliki organ yang bernama tapetum lucidum yang berfungsi sebagai night vision walau pencahayaan di sekitar kurang

- Dengkuran kucing ternyata bermanfaat untuk meredakan stres pada manusia yang mendengarnya, meringankan sesak napas pada anak sekaligus bisa memperkuat tulang. Semua itu bisa terpenuhi jika tidak memiliki alergi bulu kucing

- Kucing memiliki kumis yang berfungsi sebagai alat navigasi

- Kucing memiliki keseimbangan tubuh yang sangat baik walau berada di ketinggian

- Kucing tahu jika dirinya akan mati, umumnya akan memilih tempat tersembunyi dan menghindar dari orang yang memelihara seolah-olah tidak ingin merepotkan serta membuat sedih orang yang memeliharanya

(sumber: Gramedia.com & Wikpedia).


Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:

Blog 1: vickycahyagi.com

Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com

Blog 3: listrikvic.blogspot.com




16 Desember, 2024

Waspada Kucing Peliharaan yang Rajin Dimandikan tapi Tetap Kusam

Pernahkah kita memperhatikan kucing peliharaan yang rutin dimandikan masih terlihat kusam dan kotor? padahal jarang dibiarkan lepas dan sering dikandangkan. Hal itu juga terjadi pada salah satu kucing kampung jantan peliharaan saya yang bernama Cowy. Rutin dimandikan seminggu sekali tapi tetap dekil seperti kucing liar yang sering nyemplung got🤭. Penyebabnya bisa jadi ada masalah pada kucing itu sendiri.


Tentunya kita harus mengetahui akar masalah kucing peliharaan yang rajin dimandikan tapi tetap kusam:

1. Usia kucing itu sendiri. Kucing peliharaan di rumah, Cowy, sudah dipelihara sejak kecil sampai sekarang berusia lebih dari lima tahun, kalau manusia sudah berusia lebih dari 40 tahun, termasuk tua, ringkih, dan memiliki kesulitan untuk membersihkan diri, baik badan maupun anusnya setelah mengeluarkan kotoran. Tak heran jika kotoran justru menempel pada ekor dan itu bisa menjadi sumber penyakit juga. Agak repot jika kucing tersebut tiba-tiba naik ke atas meja lalu duduk🥴

2. Memiliki masalah saluran kemih seperti kencing sembarangan dan urine berbau tajam, serta masalah pencernaan seperti diare berkepanjangan. Si Cowy juga memiliki kedua masalah ini sejak masih muda, ditambah usianya yang sepuh membuatnya tidak  bisa menahan berak/kencing dan akhirnya berak/kencing sembarangan, bahkan pernah berak di atas sandal orang atau kencing di atas keset🤭

3. Biasanya cenderung agresif dibanding kucing peliharaan normal. Ini menandakan ada masalah dengan kondisi kesehatannya. Si Cowy cenderung agresif ketika akan diberi makanan, bahkan berani naik meja makan. Lalu bisa agresif juga ke kucing peliharaan lainnya di rumah, apalagi dengan kucing lain

4. Bentuk ekor yang tidak lazim (cacat) ternyata menjadi faktor kesulitan juga seekor kucing untuk membersihkan diri, terutama daerah anus setelah buang kotoran. Bahkan kotoran masih menempel pada ekor. Penyebab ekor yang cacat bisa akibat faktor genetik dan juga nutrisi yang buruk. Si Cowy juga memiliki ekor yang sangat pendek dan sempat memiliki penyakit persendian juga

5. Nutrisi yang buruk, walau nafsu makan baik-baik saja. Namun ada masalah Cowy sangat pemilih terhadap makanan, kurang suka makanan berkuah santan walau itu daging ayam, harus digoreng, tapi sangat lahap memakan makanan kucing jenis basah

6. Kucing mengalami stres, bisa saja sering berantem dengan kucing liar dan sering kalah. Udah tua tapi jiwanya muda🤭.


Solusi

1. Jika ada waktu lebih, biaya, dan siap ribet, sebaiknya kucing tersebut dimasukkan ke kandang khusus, lalu dibawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut dan dimandikan lebih detail seperti di petshop menggunakan sabun dan shampo khusus

2. Memberi makanan kucing yang nutrisinya lebih tinggi daripada makanan kucing pada umumnya

3. Rutin menjemur kucing pada pagi hari, baiknya dimasukkan kandang

4. Jangan membiarkan kucing kusam untuk masuk ke dalam rumah, cukup sampai halaman rumah. Kita tidak tahu ada kuman atau virus dari kucing tersebut yang bisa menular ke manusia. Atau mungkin saja debu karpet di dalam rumah bisa menimbulkan penyakit baru bagi kucing tersebut yang lebih sensitif dibandingkan kucing normal pada umumnya 

5. Mencegah kucing peliharaan berak sembarangan dengan menebarkan bubuk kopi atau mengubur kulit jeruk di daerah yang rawan diberaki. Jika perlu, sediakan litter box khusus di tempat strategis

6. Jika tidak siap ribet dan dianggap lebih banyak kerugiannya jika tetap dipelihara, terpaksa dilepas (saya kurang suka menyebut dibuang) ke tempat umum yang banyak terdapat makanan sisa, seperti pasar. Caranya, kucing harus dimasukkan ke karung yang diikat (jangan dikandangkan) agar tidak bisa melihat pemandangan sekitar. Hati-hati karena si kucing panik bisa menberontak dan mencakar apapun untuk menahan diri agar tidak masuk karung. Lebih aman pakai sarung tangan panjang anti cakar/anti gigitan. Saya pernah melepas kucing dengan dikandangkan saja lalu dibawa menggunakan mobil dengan jarak sekitar 10 km tapi mata kucing dibiarkan melihat bebas pemandangan sekitar. Alhasil, dengan penglihatan yang tajam dan memori yang kuat, kucing kembali ke rumah dalam waktu sekitar seminggu😹.

Si Cowy, Kucing Tua di Rumah yang Terlihat Jorok walau Rutin Dimandikan, Dengan Mempertimbangkan Manfaat dan Kerugiannya (Lebih Banyak Kerugiannya, Terutama Khawatir Penyakit Toksoplasma yang Menular & Membahayakan Manusia serta Kucing Lainnya) Terpaksa Dilepas (Tentunya Sambil Meminta Maaf🙏) ke Daerah Pasar Menggunakan Karung. Semoga Baik-Baik Saja dan Bisa Beradaptasi😽

Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:

Blog 1: vickycahyagi.com

Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com

Blog 3: listrikvic.blogspot.com



01 Januari, 2024

Manfaat Memelihara Kelinci yang Tidak Disadari

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, tahu-tahu sudah tahun 2024 saja, semoga lebih baik dan berkah dalam segala aspek ke depannya. Aamiin🙏.


Mengawali awal tahun, saya menulis artikel tentang manfaat memelihara kelinci yang tidak disadari di blog keempat saya. Jauh sebelumnya, saya pernah membahas topik serupa tetapi pada hewan kucing .


Memelihara hewan peliharaan seperti kelinci membutuhkan kesabaran yang lebih daripada memelihara kucing. Hal ini karena kelinci tidak bersuara, tidak eskpresif, predatornya lebih banyak, dan lebih rentan sakit, apalagi jika cuaca buruk. Predator kelinci adalah anjing, burung jenis tertentu seperti elang, luwak, musang, rubah, serigala, dan ular.


Memelihara kelinci ternyata memiliki manfaat yang mungkin tidak dimiliki oleh hewan peliharaan lainnya:

1. Urine dan kotoran kelinci bermanfaat sebagai pupuk tanaman. Bahkan, di tempat peternakan kelinci, urine dan kotoran kelinci dijual sebagai salah satu sumber pemasukan 

2. Memelihara kelinci pedaging untuk dibuat masakan seperti sate dan kelinci hias untuk hewan peliharaan rumahan. Jika dipelihara dengan penuh kesabaran dan tahu ilmunya, bisa menjadi peluang bisnis yang menggiurkan 

3. Menurunkan risiko penyakit jantung. Risiko penyakit jantung yang tinggi diawali akibat kurang gerak dan olahraga. Dengan memelihara dan bermain dengan kelinci secara tidak sadar melakukan aktivitas berolahraga 

4. Menurunkan tingkat kecemasan dan stres. Pikiran yang mudah cemas, stres, bahkan sampai depresi bisa menimbulkan berbagai penyakit fisik

5. Mengurangi sampah dapur. Di samping melakukan biopori, maka sampah dapur bisa dikurangi dengan memberikan sampah sisa sayuran atau sejenisnya untuk dikonsumsi kelinci

6. Bersedekah kepada hewan. Bersedekah tidak harus melulu berupa uang, tapi bisa juga memberikan makanan sisa (sayuran) kepada hewan peliharaan seperti kelinci. Pelajaran yang dipetik adalah bagaimana kita bisa menghargai dan mensyukuri makanan yang dikonsumsi agar jangan sampai terbuang. Banyak orang maupun hewan di luar sana (hewan liar) yang kelaparan 

7. Melatih kesabaran, rasa empati, dan peduli. Umumnya orang yang memelihara hewan peliharaan (seperti kelinci) dengan tulus memiliki rasa empati dan peduli yang baik terhadap sesama manusia maupun lingkungan sekitar. Belum lagi memelihara kelinci membutuhkan kesabaran yang lebih daripada memelihara kucing. Hal ini karena kelinci tidak bersuara, tidak eskpresif, predatornya lebih banyak, dan lebih rentan sakit, apalagi jika cuaca buruk

8. Meningkatkan kecerdasan otak kiri dan kanan. Secara tidak sadar, mengetahui jadwal dan melakukan aktivitas membersihkan kandang, memberi makan minum kelinci, memandikan kelinci, serta mengecek kesehatan kelinci jelas melatih kecerdasan otak kiri dan berkaitan dengan kedisiplinan juga. Sementara mengajak kelinci bermain berkaitan dengan kecerdasan otak kanan dan juga aktivitas olahraga

9. Melatih keberanian untuk berinteraksi dengan banyak hewan

10. Mengurangi kesepian (melihat tingkah lakunya) walau tidak bersuara seperti kucing 

11. Mempelajari sesuatu yang baru seperti bagaimana mempelajari ekspresi kelinci yang sulit dipahami manusia atau bagaimana jika kelinci disate, ada perasaan tidak tega juga🤪🐰.

Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:

Blog 1: vickycahyagi.com

Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com

Blog 3: listrikvic.blogspot.com




01 Agustus, 2023

Waspada terhadap Kucing yang Tertular Rabies

Rabies merupakan penyakit infeksi mematikan dan menular yang menyerang susunan saraf serta menimbulkan radang otak, menyerang mamalia dan manusia. Disebut zoonosis karena penularan melalui gigitan hewan yang terinfeksi kepada manusia. Hewan yang terinfeksi pun tertular dari hewan lain yang sudah terkena virus rabies. Virus menetap di bagian air liur hewan yang terinfeksi seperti anjing, kelelawar, kera, kucing, kuda, musang, rakun, dan rubah. Biasanya ini hewan liar, bukan peliharaan. Penularan tersebut terjadi saat kontak dengan mata, mulut, dan kulit yang terluka. Rabies pada anjing sering disebut anjing gila.


Baru-baru ini, Indonesia dihebohkan dengan virus rabies dari gigitan hewan liar yang menular kepada anak-anak dan menyebabkan perilaku si anak tersebut seperti zombie dan takut berlebihan terhadap sesuatu. Wilayah yang paling banyak kasus rabiesnya adalah Bali, kota Pariwisata, dengan dengan jumlah 300 kasus dan 4 orang meninggal dunia selama tahun 2023. Korban tewas akibat terlambat dibawa ke faskes terdekat. Orang terdekat yang melihat korban gigitan rabies umumnya tidak menyadari gejala awal rabies dan menganggap itu penyakit umum yang bisa ditangani di rumah dengan bantuan obat warung. Jelas itu salah besar mengingat semakin terlambat ditangani, maka akan semakin fatal dan bisa mengakibatkan kematian.


Melihat bahaya rabies, sudah selayaknyalah kita mengetahui hewan yang terkena rabies, melaporkan kepada pihak berwenang seperti Puskesmas. Dalam keadaan darurat, hewan tersebut boleh untuk dimusnahkan. Rabies tidak hanya menimpa anjing, tapi juga kelelawar, kera, kuda, rakun, rubah, bahkan kucing. Pada umumnya, mereka memiliki ciri-ciri utama yang setipe, yaitu lidah sering menjulur, air liur yang tidak wajar, perilaku aneh, dan agresif. Adapun khusus kucing yang terkena rabies, ciri-cirinya:

1. Sering menggaruk badan akibat gatal

2. Demam

3. Memakan sesuatu yang aneh di luar kewajaran

4. Sering kejang

5. Mendadak lumpuh

6. Hydrophobia (takut berlebihan terhadap air). Hal ini akibat rasa sakit luar biasa saat menelan air liur dan minum air

7. Masa inkubasi virus rabies pada hewan sekitar 2-8 minggu.


Setelah mewaspadai ciri-ciri di atas, kita juga harus mewaspadai ciri-ciri orang terkena gigitan rabies yang mirip-mirip juga:

1. Demam

2. Mual

3. Nyeri tenggorokan

4. Sakit kepala

5. Berhalusinasi dan meracau tidak jelas

6. Hydrophobia (takut berlebihan terhadap air), fotophobia (takut berlebihan terhadap cahaya), dan hipersaliva (takut berlebihan terhadap liur). Sama seperti hewan yang terinfeksi rabies, manusia yang terinfeksi rabies akan kesulitan menelan air sehingga cenderung takut berlebihan terhadap air

7. Kesemutan pada luka gigitan

8. Masa inkubasi virus rabies pada manusia sekita 3-8 minggu.

 


Penangangan pertama untuk korban yang terinfeksi rabies:

1. Cucilah luka gigitan hewan rabies dengan air mengalir dan sabun selama 10 menit

2. Beri obat antiseptik pada luka tersebut

3. Segera bawa dan hubungi faskes terdekat, karena terlambat sedikit saja mendapatkan pertolongan medis akan berakibat fatal.

 

Vaksin anti rabies ada 2 jenis, yaitu vaksin PrPP khusus untuk pencegahan dan vaksin PEP untuk menurunkan tingkat keparahan setelah terpapar virus rabies. Harga vaksin anti rabies sendiri relatif mahal. Sebagai contoh, vaksin anti  rabies untuk kucing sekitar Rp. 100 ribu dan untuk manusia sekitar Rp. 300 ribu. Untuk hewan peliharaan, bisa saja diberikan vaksin anti rabies setahun sekali. Begitupun manusia, jika bekerja di tempat yang berisiko tinggi terpapar virus rabies, bisa divaksin anti rabies. 


Melihat bahaya rabies, sudah selayaknyalah setiap warga untuk lebih peduli terhadap lingkungannya. Jika dirasa ada hewan peliharaan maupun liar, serta orang yang terinfeksi rabies, segera lapor pihak berwenang terdekat seperti Puskesmas atau minimal RT setempat lah. Penanganan yang cepat dan tepat menentukan kesembuhan dan mencegah penularan lebih banyak.


Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:

Blog 1: vickycahyagi.com

Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com

Blog 3: listrikvic.blogspot.com



01 Juni, 2023

Nutrisi Tepat Seimbang untuk Kesehatan Optimal Kucing Anda

Sama seperti halnya manusia, kucing pun membutuhkan nutrisi tepat seimbang untuk kesehatan dan pertumbuhan optimal, tidak boleh kekurangan, tidak boleh berlebihan, karena bisa mengakibatkan gangguan kesehatan tertentu. Nutrisi tepat seimbang juga memengaruhi keindahan bulu kucing.

 

A. Kategori pemenuhan nutrisi untuk kucing: kekurangan, tepat seimbang, dan kelebihan

Agar mudah untuk dibandingkan, kategori kekurangan nutrisi diawali dengan simbol (-), tepat seimbang (100%), dan kelebihan (+)

1. Protein

(-) Pertumbuhan yang buruk

(100%) otot yang kuat 

(+) Memperparah penyakit ginjal


2. Lemak

(-) Kulit mudah terkelupas

(100%) bulu dan kulit yang sehat

(+) Obesitas yang mengarah ke diabetes

  

3. Sodium

(-) Tidak mampu menyeimbangkan cairan tubuh, anoreksia (kehilangan nafsu makan), kelelahan, dan rambut rontok

(100 %) Cairan tubuh seimbang dan menjaga kesehatan otot serta saraf

(+) Hipertensi, gangguan jantung, sembelit, dan kejang


4. Kalsium

(-) Patah tulang spontan

(100%) Kesehatan gigi dan tulang terjaga

(+) Batu kandung kemih


5. Fosfor

(-) Pertumbuhan yang buruk dan rambut yang kusam

(100%) Kesehatan gigi dan tulang terjaga

(+) Tulang keropos, pengerasan jaringan lunak, dan hiperparatroidisme (kelenjar paratiroid bermasalah akibat tumor serta penyakit ginjal jangka panjang)


6. Serat

(-) Kotoran lunak

(100%) Sistem pencernaan yang sehat

(+) Sembelit


7. Vitamin

(-) Anoreksia (kehilangan nafsu makan), pertumbuhan yang buruk, dan rickets (kekurangan vitamin D)

(100 %) Sistem kekebalan yang baik

(+) Hiperkalsemia (kelebihan vitamin D dan kalsium) serta kelainan bentuk tulang


8. Magnesium

(-) Anoreksia, pertumbuhan terbelakang, dan lemah otot

(+) Kesehatan jantung, sistem saraf, dan tulang

(100%) Struvite (batu kandung kemih.



B. Hill's memperkenalkan nutrisi seimbang dan terbaik untuk kucing anda

Hill's sebagai pelopor produk nutrisi hewan peliharaan kucing dan anjing, sudah ada sejak 1939, terus berinovasi sampai sekarang, dan tersebar ke berbagai negara. Tidak heran, produk ini diterima di kalangan pecinta hewan peliharaan kucing dan anjing serta disukai oleh hewan peliharaan itu sendiri.


Ambil contoh produk Hills makanan kering untuk anak kucing yang saya terima misalnya, mengandung nutrisi seimbang dan terbaik, seperti protein, vitamin B12, C, D3, E, DHA, serat, kalsium, dan masih banyak lagi. Bukan hanya baik untuk kesehatan tubuh, tapi juga untuk pertumbuhan optimal, kesehatan otak, mata, mental, imunitas, dan bagus diet.

 

Produk Hill's makanan kering untuk kucing ini memiliki banyak kategori, tentunya pemenuhan kebutuhan nutrisinya berbeda-beda:

1. Usia/lifestage, ada produk untuk anak kucing, kucing dewasa berusia 1-6 tahun, dan kucing tua berusia 7+. Untuk anak kucing, jenis makanan keringnya lebih kecil dan lembut, sepintas mirip produk untuk kucing tua

2. Gaya hidup/lifestyle, ada produk khusus kucing yang lebih sering beraktivitas di dalam ruangan dan produk untuk kucing dewasa yang obesitas, jarang gerak, serta telah dikebiri

3. Perawatan/lifecare, ada produk khusus energi dan vitalitas, sistem pencernaan, kesehatan gigi, serta pengendalian bola rambut.

                                                         

 

C.  Apa yang membuat Hill's berbeda?

1. Memenuhi standar nutrisi AAFCO (Association of American Feed Controls Officials), merupakan organisasi nirlaba yang menetapkan standar kualitas dan keamanan pakan ternak serta makanan hewan peliharaan di Amerika Serikat. Standar ini sudah diakui secara internasional

2. Hill's bekerja sama dengan 450 ekor anjing dan 450 ekor kucing sebagai tim peneliti nutrisi

3. Produk Hill's diformulasikan oleh lebih dari 220 dokter hewan, ahli gizi, dan ahli pangan di berbagai belahan dunia

 4. Direkomendasikan oleh dokter hewan praktisi di seluruh dunia 


5. Bahan-bahan berkualitas dengan kualifikasi yang ketat

6. Mengandung komposisi antioksidan yang terbukti secara klinis menjaga kesehatan dan hidup lebih lama 

7. Seluruh produk Hill's Science Diet Cat Food (Dry) tidak mengandung babi yang bisa membahayakan kesehatan hewan peliharaan

8. Pemberian pakan sesuai takaran dapat menghemat biaya pakan harian.


Salah satu kucing peliharaan saya, si Cowy (jenis kucing kampung jantan), sangat pemilih terhadap makanan, terutama makanan basah yang bukan digoreng, seperti disemur, pasti ditolak. Tapi, syukurnya, kucing tersebut menyukai produk Hill's, karena mengandung zat-zat tertentu yang membuat nafsu makan meningkat. Hal ini menjadi sesuatu yang baik jika dihadapkan makanan jenis lain, seperti makanan basah manusia, diharapkan juga meningkat nafsu makannya. 

 

Kucing yang terawat akan terlihat dari:

1. Rajin dimandikan, minimal seminggu sekali, grooming menjadi bonus

2. Pemenuhan kebutuhan nutrisinya

3. Bulu yang bagus, tidak rontok

4. Aktif bermain

5. Memiliki postur yang gagah

6. Mata tidak berair dan tidak berwarna merah

7. Tidak mengeluarkan air liur secara berlebihan

 

Ketika kucing sehat, juga bisa memengaruhi kesehatan lingkungan sekitarnya, termasuk lingkungan keluarga si pemilik. Saya sendiri tidak membiarkan kucing masuk ke dalam rumah, apalagi ke kamar pribadi, hanya boleh di luar rumah atau halaman rumah. Kalaupun kucing impor perlu dikandangkan atau dibuatkan taman khusus di dalam rumah. Kucing yang dibiarkan berinteraksi dengan kucing liaar berpotensi menularkan virus (apalagi belum divaksin). Ingat kasus yang viral soal rabies pada kucing dan anjing liar yang membahayakan dan menularkan kepada anak kecil (sampai meninggal) setidaknya  bisa menjadi perhatian serius. Belum lagi potensi alergi kucing yang bulunya bisa saja menularkan bakteri dan menempel pada karpet rumah.



Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:

Blog 1: vickycahyagi.com

Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com

Blog 3: listrikvic.blogspot.com


10 Mei, 2023

Mitos Kucing Memiliki Banyak Nyawa

Kucing memiliki banyak nyawa hanyalah mitos belaka. Faktanya, kucing hanya memiliki 1 nyawa aja, hanya saja kucing diberikan kelebihan (untuk selamat dari bahaya yang mengancam nyawa) berupa: 

1. Ketangkasan, kelenturan, kontrol tubuh, dan refleks cepat (melebihi manusia) menghadapi bahaya, sehingga seringkali kucing selamat dari bahaya yang mengancam. Tapi kemampuan tersebut bisa saja menurun akibat faktor usia atau kegemukan (biasanya kucing rumahan)

2. Teknik khusus saat mendarat dan melompat. Ketika terjatuh dari ketinggian, kucing juga memiliki teknik khusus untuk mendarat lebih aman dan terhindar dari cedera berat

3. Kumis kucing pun memiliki manfaat untuk keseimbangan tubuh

4. Kepekaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam yang dahsyat, sehingga bisa mengantisipasi dan menghindar lebih awal

5. Cepat beradaptasi terhadap lingkungan baru, misal ketika harus bertahan di atas pohon, kucing sudah mengantisipasi ketika mencari mangsa, ada gangguan predator, atau terjatuh 

6. Kemampuan kucing yang membutuhkan ketinggian sekitar tujuh lantai agar bisa mengatur keseimbangan tubuhnya. Tubuhnya akan menyeimbangakan diri dengan berputar saat jatuh dari ketinggian

7. Kecerdasan, intuisi yang tinggi, dan cepat dalam mengambil keputusan

8. Struktur anatomi tubuh kucing, terutama kemampuan kakinya yang memungkinkan untuk bisa melompat dengan cepat. Kaki kucing bisa berfungsi seperti pegas ketika akan mendarat bahkan terjatuh dari ketinggian

9. Ekor kucing ternyata berfungsi untuk keseimbangan tubuh, baik saat berlari maupun melompat.


Kucing secara naluri sepertinya sudah mengetahui kelebihan yang dimiliki, seringkali melalukan aktivitas dengan gerakan berlari dan  melompat yang menantang serta membahayakan, bahkan cenderung barbar, seperti halnya olahraga parkour pada manusia hehe.... Bisa jadi apa yang dilakukan kucing sebagai bagian dari olahraga agar kucing semakin sehat, bugar, kelebihannya semakin terasah, dan keingintahuannya terlampiaskan. Di samping itu, kebiasaan kucing senang bermain dengan komunitasnya dengan aktivitas yang menantang, seperti berlari dan melompat ke pohon.


Ada keunikan lainnya, kucing (baik kucing liar, kucing peliharaan, bahkan kucing besar seperti harimau) memiliki firasat yang kuat menjelang kematiannya, sehingga akan mencari tempat yang jauh dari keramaian dan cenderung tertutup. Jangan heran, agak sulit untuk menemukan bangkai kucing walau itu kucing peliharaan. Alasan melakukan hal tersebut belum bisa dibuktikan secara ilmiah, kemungkinan menurut saya tidak ingin merepotkan tuannya dan tidak ingin diratapi berlebihan.




Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:

Blog 1: vickycahyagi.com

Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com

Blog 3: listrikvic.blogspot.com

14 Januari, 2023

Radang Konjungtiva pada Kucing

Salah satu penyakit infeksi dan noninfeksi mata pada kucing adalah radang konjungtiva. Ciri paling simpel adalah mata kucing terlihat bengkak dan berair. Setiap kucing umumnya pernah menderita penyakit ini, seperti halnya penyakit flu pada manusia. Tentunya perlu pengobatan agar tidak menjadi parah.


Ciri khas penyakit radang konjungtiva pada kucing:
- Salah satu penyakit mata yang paling dialami kucing, tak peduli itu kucing liar maupun peliharaan. Hal tersebut diakibatkan adanya jamur atau infeksi virus
- Mata kucing sering berair, gatal, terlihat perih, belekan, dan membuat tidak nyaman
- Sumber: 
a. Infeksi: bakteri, jamur, benda asing yang menempel, dan virus
b. Noninfeksi: alergi, debu, dan uap kimiawi
- Biasanya menyerang kucing muda yang dibiarkan hidup bebas atau berada dalam penampungan

Sumber: arenahewan.com

- Berpotensi menular ke kucing lain yang sehat melalui sentuhan, jadi perlu diisolasi selama masa perawatan
- Stres dapat menyebabkan kekambuhan penyakit ini

Pengobatan
- Secara umum, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, kecuali jika mata kucing berair, bengkak, dan kucing merasa tidak nyaman, maka harus segera diobati. Jika tidak dan dibiarkan semakin parah, maka risiko kebutaan bisa terjadi. Apalagi jika mata gatal lalu sering digaruk bisa menimbulkan infeksi tambahan
- Langkah awal menggunakan larutan pembersih mata
- Umumnya pilihan pengobatan menggunakan obat tetes mata khusus atau salep khusus
- Obat tetes mata khusus penyakit mata kucing ini bisa digunakan setiap 3 jam sekali, lebih simpel tapi harus sering
- Salep digunakan tidak sesering obat mata, tetapi lebih sulit dipakaikan dan tidak boleh mengenai kelopak mata. Belum lagi jika kucing memberontak, tentunya dibutuhkan kesabaran lebih
- Waktu pemulihan sekitar 1-2 minggu. Selama masa itu pula sebaiknya kucing diisolasi, mengingat ini jenis penyakit menular ke kucing lainnya
- Jika sudah 3 minggu belum ada tanda-tanda kesembuhan, segera periksakan ke dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan yang lebih efektif
- Perlu diperhatikan untuk radang konjungtiva tertentu agak sulit pengobatannya, ciri khasnya jika dalam 2 minggu belum terlihat ada tanda-tanda kesembuhan. Tentunya wajib diperiksakan ke dokter hewan

Pencegahan
- Nutrisi yang baik membantu kesembuhan penyakit ini
- Menjaga kebersihan sekitar, termasuk kandang kucing berikut kebersihan kucingnya (rutin dimandikan)
- Jangan stres. Kucing mudah stres jika tidak diajak bermain, tidak diberikan makanan yang memadai, atau sering bertengkar dengan kucing lainnya
- Jangan berbaur dengan kucing yang terlihat sakit
- Jika penyebabnya alergi debu misalnya, usahakan agar tempat kucing berada bebas dari debu
- Berikan vaksin untuk mengurangi tingkat kekambuhan penyakit.

Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:
Blog 1: vickycahyagi.com

02 Juni, 2022

Kelinci dan Terwelu, Serupa tapi Tak Sama

Ada yang berpendapat bahwa kelinci adalah kata lain dari terwelu maupun sebaliknya. Ternyata itu salah. Kelinci dan terwelu memang dari keluarga yang sama, yaitu Leporidae, tapi keduanya memiliki fisik dan karakter yang berbeda. Bisa dikatakan serupa tapi tak sama, ibarat lintah dan pacet, sama-sama cacing pengisap darah, tapi fisik dan karakternya berbeda.

Kelinci (Rabbit)
1. Memiliki tubuh yang lebih gempal dan kaki yang lebih pendek. Kelinci terlihat berbadan gemuk, padahal itu adalah yang wajar, terutama untuk kelinci betina. Hal itulah yang membuat kecepatan lari kelinci tidak sekencang terwelu
2. Memiliki kaki yang pendek, terlihat bantet, kalau diibaratkan seperti mobil hotrod hehe..

  
Kelinci (Rabbit) Dianalogikan Mobil Hotrod, Terlihat Bantet tapi Menggemaskan dengan Warna Bulu yang Bagus


3. Telinga kelinci lebih pendek dari telinga terwelu
4. Habitat kelinci di daerah rerumputan
5. Relatif mudah dipelihara (kelinci hias) maupun dijadikan ternak (kelinci potong untuk diambil kulit dan dagingnya)
6. Sensitif terhadap cuaca dan mudah terserang penyakit. Seringkali kelinci mati mendadak akibat salah makan dan cuaca yang buruk
7. Lebih bernilai bisnis, baik untuk dipelihara, diambil bulu, daging, maupun kulitnya
8. Bentuknya lebih menggemaskan
9. Cenderung lebih senang rebahan
10. Warna bulu lebih variatif coraknya
11. Biasanya memiliki lubang sebagai sarangnya
12. Pertumbuhan anak kelinci tidak secepat terwelu
13. Kalau ini kucing diibaratkan jenis kucing rumahan.


Terwelu/Tegalan (Hare)

1. Memiliki tubuh yang langsing dan kaki yang ramping pula, sehingga terlihat lebih proporsional dan lincah
2. Memiliki kaki yang lebih panjang dari kaki kelinci, sehingga jangkauan untuk berlari lebih baik



Terwelu (Hare) Terlihat Lebih Tinggi dan Atletis

3. Telinga terwelu lebih panjang dan ramping
4. Habitat terwelu di hutan dan alam luas, sehingga daya tahan tubuhnya cenderung lebih kuat
5. Cenderung liar, bahkan ada yang menyebutnya kelinci liar, sehingga tidak cocok untuk dipelihara
6. Jika untuk dikonsumsi, daging terwelu tidak seenak daging kelinci 
7. Cenderung lebih tahan penyakit dan cuaca
8. Tidak terlalu bernilai bisnis
9. Lebih aktif bergerak
10. Warna bulu kelabu, coklat, dan hitam
11. Sarang berupa hamparan rumput, bukan lubang
12. Anak terwelu lebih cepat mandiri
13. Kalau ini kucing diibaratkan jenis kucing liar.

Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hewan, hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:


21 April, 2022

Penyakit Mematikan Maloklusi pada Kelinci Peliharaan

Ciri khas hewan kelinci adalah memiliki gigi tonggos. Namun, jika tonggosnya tidak wajar, giginya tumbuh panjang dan bahkan melengkung, kemungkinan kelinci mengalami penyakit maloklusi. Jika terlambat ditangani, maka hewan tersebut bisa mengalami depresi, murung, tidak mau makan, terdiam, dan bisa mengalami kematian mendadak.


Apa itu penyakit maloklusi? Maloklusi merupakan penyakit pada gigi yang tumbuh memanjang secara tidak wajar, tidak beraturan, bahkan melengkung, menyebabkan kelinci kesulitan untuk mengunyah makanan, biasanya diakibatkan salah asupan makanan. Penyakit ini bisa menyerang manusia juga lho, terutama pada anak-anak dengan akibat yang berbeda tentunya, seperti tidak mendapatkan ASI, perawatan gigi yang kurang tepat, kebiasaan mengisap jempol, sampai menggunakan dot atau menyusu dengan botol sampai usia 3 tahun (sumber: aladokter.com).


Ok, kembali ke topik maloklusi pada kelinci. Penyakit ini bisa saja tanpa gejala atau memiliki gejala khusus seperti :

- Menurunnya nafsu makan

- Berat badan turun drastis

- Air liur berlebihan sampai sering keluar dari mulut

- Napas bau

- Berdasarkan pengamatan, biasanya akan kesulitan saat membersihkan diri, justru malah merusak dan merontokkan bulu

- Murung dan malas bergerak


Penyebab:

- Faktor genetik

- Makanan yang lunak dan tidak berserat

- Traumatis seperti jatuh, gigitan hewan buas, dan kecelakaan

(sumber: rajapetshop.com).

 

Penyakit maloklusi menimpa salah satu kelinci Angora jantan peliharaan saya yang bernama Caca. Jadi, setelah berusia 1 tahun, ada yang berbeda pada gigi kelinci Caca, tampak abnormal dan terlihat tumbuh panjang tidak beraturan. Melihat ada yang tidak beres, Caca dibawa ke dokter hewan terdekat. Sampai di sana, 2 gigi depam Caca yang terkena maloklusi dipotong (sebelumnya dibius dulu) dan berhasil. Menurut dokternya, kemungkinan ini penyakit genetik dan bisa juga akibat salah makan, mengakibatkan penyakit yang disebut maloklusi.  

 

Anehnya, setelah beberapa minggu, 2 gigi depan Caca kembali memanjang, akibatnya Caca kesulitan untuk mengunyah makanan, bahkan nafsu makannya menurun drastis, seketika itu juga badannya kurus kering dan tiba-tiba keesokan paginya mati mendadak sebelum sempat diperiksakan ke dokter hewan😓. Caca mati pada bulan Desember 2014, saat usianya menjelang 1 tahun. Bisa dikatakan pendek umur, karena seharusnya kelinci bisa bertahan hidup sampai 4 tahun. Caca lalu dikubur di taman belakang rumah.

Si Caca (Jantan) Mati Mendadak akibat Maloklusi


Melihat dari kejadian berulang tersebut, penyakit maloklusi pada Caca kemungkinan akibat genetik dan pemberian makanan kelinci, terutama jenis kering (pelet) yang kurang tepat dan kurang bervariasi. Harus diakui untuk makanan keringnya (pelet) ini merupakan produk lokal seadanya yang nutisinya mungkin tidak selengkap produk impor. Lalu pemberian pelet kurang dibatasi, seharusnya dibatasi dan divariasikan dengan pemberian makanan lain seperti rumput, wortel, dan sebagainya.

 

Ada hikmah yang dipetik, bahwa setiap kelinci berbeda tingkat kesehatannya (biasanya tergantung genetik), cara merawatnya harus lebih telaten daripada memelihara kucing, karena kelinci lebih sensitif dari kucing. Jarang ada kelinci yang berumur panjang (4 tahun ke atas). Kelinci punya perasaan yang tajam seperti halnya kucing. Akan tetapi, cara mengekspresikannya yang berbeda (tanpa suara, tetapi lebih ke tingkah laku). Merawat hewan peliharaan apapun merupakan bagian dari amal kebaikan karena merupakan bentuk sedekah kepada hewan, tentunya jika kita melakukannya dengan ikhlas dan senang hati. Sebaliknya, jika sengaja mengurung hewan peliharaan dan tidak diberi makan, sama saja dengan menzaliminya dan tentu saja dosa besar.

Maloklusi pada Kelinci bisa Disebut Silent Killer, Terkadang Sulit Terdeteksi

 

Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hewan, hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:



03 Januari, 2022

Kucing Tuksedo Peliharaan

Selamat datang tahun 2022, semoga kita bisa lebih baik lagi ke depannya di segala bidang kehidupan. Aamiin. Artikel blog kali ini membahas kucing unik bercorak tuksedo. Salah satu kucing peliharaan saya adalah kucing kampung betina bernama Shadow dengan corak pakaian tuksedo hitam. Diberi nama Shadow karena terlihat gesit sehingga yang tampak hanya bayangan hitam saja hehe... Di samping itu, coraknya yang seperti bayangan, yaitu dominan hitam.

Kucing tuksedo sebetulnya bukan jenis/ras, melainkan kucing dengan corak 2 warna yang khas. Tidak terpaku pada jenis/ras tertentu. Jadi, semua jenis/ras kucing memiliki kemungkinan bercorak tuksedo.
 
Saya search di google, kucing dengan corak tuksedo yang terlihat biasa saja di Indonesia ternyata begitu "dimuliakan" di negara lain. Alasannya:
1. Kucing tuksedo menjadi ikon film animasi ternama seperti Sylvester di film Looney Toones sebagai musuh bebuyutan Tweety (si burung kenari imut) dan juga Mittens di film Bolt
2. Menjadi kucing peliharaan favorit orang-orang penting seperti Bill Clinton, Beethoven, Shakespeare, dan Newton
3. Secara psikologi dikenal sebagai kucing yang penyayang dan nyeleneh (sumber: petnyaku.com)
4. Untuk kucing tuksedo ras tertentu bisa bernilai tinggi
5. Memiliki kecerdasan yang luar biasa dan mau belajar 
6. Mudah difoto atau fotogenik. Termasuk si Shadow ini dengan foto seadanya pun terlihat fotogenik hehe...
7. Kucing terkaya justru dari kucing tuksedo. Tahun 1998, seekor kucing tuksedo bernama Sparky mendapatkan durian runtuh karena menerima warisan dari majikannya (yang meninggal dunia) sebesar 6,8 juta dolar
8. Penjelajah ulung, bahkan ada yang mencapai puncak Gunung Everest
9. Menjadi pujaan (disembah) di Mesir Kuno (sumber: petlovers.id)
10. Secara tampilan, dikenal sebagai kucing paling formal karena kemana-mana menggunakan jas😁.


Lalu, bagaimana dengan si Shadow (dinamakan seperti itu karena seperti bayangan hitam yang gesit), kucing kampung betina peliharaan di rumah? Saya perhatikan tidak jauh beda dengan kucing kampung pada umumnya, cuma memang cenderung loyal dan langka juga, sehingga tidak heran banyak kucing jantan di sekitar rumah saya mengejar si Shadow, bahkan sampai kucing Angora sekalipun, akibatnya si Shadow ini sering bunting dan melahirkan di atap rumah hehe... Lalu si Shadow juga pemberani (termasuk melawan jantan yang bertubuh besar) dan jarang sakit sebagaimana karakter kucing kampung pada umumnya. Makanannya pun tidak pemilih, wajar-wajar saja. Hanya saja, dia termasuk kucing yang sulit ditangkap akibat penakut (mungkin trauma juga) dan mudah stres jika dipegang manusia.

Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hewan, hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:

02 Agustus, 2021

Makanan dan Minuman yang Bisa Dikonsumsi Manusia tapi Berbahaya bagi Kucing

Seringkali pemilik hewan peliharaan kucing beranggapan bahwa kucing cukup memakan atau meminum apa saja yang dimakan oleh manusia, maka akan terjamin nutrisinya. Padahal itu salah besar. Tidak semua makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh manusia, bisa dikonsumsi oleh kucing. Penyebabnya tentu saja sistem pencernaan kucing dan manusia berbeda. Uniknya, sistem pencernaan pada kucing justru lebih kuat terhadap makanan atau minuman basi dibanding sistem pencernaan pada manusia. Jangan heran, kucing tetap sehat ketika terpaksa harus mengonsumsi sisa makanan basi di tempat sampah🤭.

Makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi kucing
1. Bawang-bawangan
- Semua jenis bawang, baik bawang merah, putih, dan bombai
- Biasa dicampur dalam roti, pizza, dan sejenisnya
- Bisa mengiritasi sistem pencernaan kucing

2. Cokelat
Berbahaya bagi ginjal dan usus kucing

3. Alpukat
- Alpukat mengandung senyawa persin yang menjadi racun bagi kucing
- Mengakibatkan kucing muntah, diare, dan mengalami gangguan prankeas


4. Roti
- Adonan roti yang dikonsumsi kucing bisa mengambang di dalam sistem pencernaan kucing dan tentunya tidak baik bagi pencernaan kucing
- Kurang memenuhi standar gizi makanan kucing, terutama kandungan lemak dan protein

5. Anggur dan kismis
- Berbahaya bagi ginjal kucing
- Mengakibatkan diare dan tidak nafsu makan

6. Telur mentah
- Terdapat senyawa avidin yang mengakibatkan kekurangan vitamin B
- Kekurangan vitamin B menyebabkan kucing mengalami kejang-kejang dan kerusakan otak

7. Hati ayam atau sapi
- Jika berlebihan dikonsumsi oleh kucing mengakibatkan keracunan vitamin A, sakit persendian, dan osteoporosis
- Sebaiknya dimasak tanpa bumbu
- Boleh dikonsumsi oleh kucing maksimal seminggu 2 kali saja

8. Setiap makanan mentah
Biasanya dalam makanan mentah ada bakteri jahat yang jika dikonsumsi berlebihan oleh kucing mengakibatkan gangguan pencernaan.

Kucing di Rumah Malah Doyan Makan Kerupuk🐈🤭


Minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi kucing
1. Cokelat dan kopi
- Jika berlebihan tidak baik untuk ginjal dan usus kucing
- Kafein pada kopi justru berbahaya bagi kucing dan mengakibatkan masalah hiperaktif, jantung, sampai sesak napas

2. Susu
- Pernah dengar istilah intoleran laktosa pada bayi? Hal tersebut juga berlaku pada kucing. Jika dilanggar, akan menyebabkan diare
- Biasanya kucing  dewasa justru lebih alergi terhadap susu
- Berlaku pula pada produk olahan susu lainnya, seperti yoghurt dan keju
- Kalaupun kucing suka susu, sebaiknya diberikan susu khusus kucing yang terdapat di petshop. Tentunya susu khusus kucing memiliki nutrisi yang dibutuhkan kucing dan lebih aman bagi kucing

3. Alkohol
- Untuk manusia pun berbahaya jika dikonsumsi dalam batas tertentu, namun bagi kucing lebih sensitif terhadap alkohol
- Nutrisi yang kurang dari alkohol, jangankan untuk kucing, untuk manusia juga tidak baik
- Mengakibatkan masalah pencernaan, kesulitan bernapas, dan linglung

4. Minuman bersoda
- Mengakibatkan kucing bisa muntah 15 menit setelah mengonsumsi minuman bersoda
- Nutrisi yang kurang dari minuman bersoda, jangankan untuk kucing, untuk manusia juga tidak baik
- Mengakibatkan kegemukan.

Di samping itu, ketika di rumah banyak tikus, kita harus berhati-hati saat menebarkan racun tikus, terutama yang jenis kering. Pada dasarnya, bahan pada racun tikus sangat disukai tikus namun dibenci kucing. Walaupun demikian, ada saja kucing yang memiliki gangguan penciuman, secara tidak sengaja memakan racun tikus tersebut, baik yang tercampur dengan makanan maupun tidak. Sebaiknya racun tikus diletakkan di sumber suara tikus berada, bukan di tempat favorit makan kucing. Lalu, racun tikus jangan dicampur dengan makanan kegemaran kucing. Niat hati ingin memusnahkan tikus malah membuat kucing kesayangan kita jadi korbannya, sementara sang tikus tetap berkeliaran dan berpesta akibat pemangsanya mati kering sehabis memakan racun tikus😱.

Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hewan, hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:
Blog 1: vickycahyagi.com

25 Mei, 2021

Makanan Kering untuk Kucing Penuh Belatung

Saya terkadang membeli makanan kering untuk kucing lewat online karena praktis, termasuk saat membeli produk makanan kering untuk kucing yang akhirnya malah bermasalah ini hehe... Seperti sudah menjadi kebiasaan, jika sudah memberikan makanan kering untuk kucing, maka disimpan begitu saja tanpa dikaretin (dibiarkan terbuka). Ketika dicek beberapa hari kemudian, saya cukup terkejut bungkus luar sudah dipenuhi belatung😱, padahal, pada makanan kering untuk kucing sebelum ini dalam posisi terbuka aman-aman saja.

Inilah Bungkus Makanan Kucing yang Dipenuhi Belatung. Sumber: Foto Pribadi

Saya sempat googling, makanan kering untuk kucing merupakan sumber protein tinggi yang disukai belatung, bahkan belatung itu sendiri juga salah satu sumber protein lho. Saya menduga proses produksinya juga tidak higienis. Dalam artian sempat terkontaminasi lalat yang hinggap dan bertelur di makanan kucing. Hal ini menyebabkan makanan kering untuk kucing penuh dengan belatung. Di samping itu, warna makanan kering untuk kucing yang terkontaminasi ada yang berubah. Biasanya kan warna coklat tua, nah, di produk yang saya beli ada warna coklat tua dan coklat keputihan (memudar).

Lalu apa boleh kucing memakan produk yang terkontaminasi tersebut? Asal belatungnya dibuang, dan makanan disaring kembali, masih boleh kok dikonsumsi oleh kucing. Kucing peliharaan saya dengan lahap menghabiskan makanan kucing jenis kering tersebut. Harus diakui, sistem pencernaan kucing jauh lebih kuat dan bandel daripada sistem pencernaan manusia yang cenderung sensitif dan mudah diare jika memakan makanan yang terkontaminasi. Makanya, kucing pun sah-sah saja memakan makanan sisa di tempat sampah hehe..

Kembali ke produk yang terkontaminasi tersebut. Saya sebelumnya pernah membeli produk makanan kering untuk kucing dengan merek yang sama, lalu mencoba beberapa merek lain juga, ternyata aman-aman saja, tidak ada belatung walau kemasannya dibuka dan tidak dikaretin. Kesimpulannya hanya bersifat kasuistik dan lagi apes saja walaupun tanggal kedaluwarsa produk masih jauh. Tentunya menjadi pelajaran ke depannya agar kemasan makanan kering untuk kucing harus selalu  tertutup rapat setelah tidak digunakan dan juga bagi produsen makanan kering maupun basah untuk kucing, wajib memperhatikan kebersihan saat proses produksinya. Jangan sampai terkontaminasi lalat maupun bakteri jahat.

Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hewan, hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:


01 April, 2021

Tips Agar Kucing Melatih Cakarnya di Tempat yang Semestinya

Banyak pemilik kucing peliharaan yang tidak menyadari bahwa kucingnya sering mencakar perabotan rumah tangga, mulai dari kaki kursi, gorden, sofa, sampai ban motor atau mobil 😭. Tentu saja hal tersebut membuat berang majikannya. Pemilik rumah baru menyadari banyak barang kesayangannya yang baret akibat cakaran kucing di luar kewajaran. Ini mirip-mirip dengan kucing yang kencing atau berak sembarangan.


Kucing pada umumnya menganggap kegiatan mencakar benda apapun di sekitarnya sebagai rutinitas, tidak hanya saat menjadi kucing liar, melainkan juga kucing peliharaan. Kegiatan tersebut ternyata bermanfaat untuk:

1. Mengasah cakarnya agar semakin kuat dan siap menghadapi musuh (kucing pun perlu berlatih beladiri😎)

2. Melatih otot jari, kaki, sampai punggung (kucing pun perlu olahraga💪🏻)

3. Mencegah stres, sehingga mood selalu positif

4. Penanda wilayah agar musuh tidak berani mendekat.


Tentunya untuk kucing peliharaan harus diarahkan agar melatih cakarnya di tempat yang semestinya, bukan malah merusak barang yang kita dibutuhkan dan menimbulkan masalah baru. Berikut tipsnya:

1. Memberikan respons yang tepat (tanda kita kurang suka) jika kucing mencakar barang yang salah. Misal dengan bertepuk tangan sambil berteriak hush atau berkata jangan (dengan intonasi jangan terlalu keras) sambil menggerakkan telunjuk tentunya membuat kucing akan berpikir bahwa tindakannya tidak disukai oleh majikannya. Agar menjadi kebiasaan yang baik, perlu dilakukan secara berulang

2. Jika barang di rumah masih dicakar kucing, tutup dengan plastik yang diberi selotip karena kucing tidak menyukai sesuatu yang lengket dan menempel pada cakarnya

3. Alihkan perhatiannya ketika hendak mencakar, seperti mengajak bermain atau memberi makanan yang disukainya

4. Paling simpel coba semprotkan spray isi air saat kucing akan mencakar benda di sekitarnya. Air sangat dibenci kucing dan setiap akan mencakar lalu disemprot air membuat kucing berpikir ulang akan tindakannya

5. Jika masih tidak efektif, bisa memanipulasi aroma yang biasa ditandai kucing saat mau mencakar benda yang diincarnya  dengan membuat sendiri aroma tertentu dari bahan cuka, minyak sitrus, dan bawang putih, lalu disemprotkan ke daerah yang diincar kucing. Dengan demikian, kucing tersebut tidak akan ke daerah yang yang sudah diincarnya karena berpikir sudah ditandai (sumber: hot.liputan6.com). Selain itu, bisa juga dicoba aroma kulit jeruk dan pengharum ruangan

6. Menyediakan alat cakar khusus kucing, biasa disebut cat scratcher yang dijual di  petshop maupun marketplace dengan harga mulai Rp. 20 ribuan-Rp. 350 ribu. Umumnya berbentuk tiang yang diilit tali goni. Semakin mahal cat scratcher, semakin bagus, bentuknya bertingkat, dan tampak seperti taman bermain bagi kucing.

7. Beri pujian saat kucing senang bermain menggunakan cat scratcher. Sebaliknya, usir kucing saat berubah pikiran dan hendak mencakar benda kesayangan kita. Kembali arahkan untuk menggunakan cat scratcher

8. Letakkan cat scratcher  di tempat strategis yang sering didatangi dan disukai kucing, seperti sudut ruangan dan di sekitar barang-barang yang rentan terkena cakar kucing, seperti kaki kursi, kaki meja, sofa, karpet, jok motor, sampai ban kendaraan

9. Membeli spray pengusir kucing, dijual di petshop maupun marketplace dengan harga mulai dari Rp. 40 ribuan. Nantinya spray disemprotkan ke daerah yang sering didatangi kucing dan melakukan kegiatan yang dirasa mengganggu, seperti berak/kencing sembarangan, tidur sembarangan, sampai mencakar benda sekitar. Cukup efektif membuat kucing kabur karena aroma spray yang tentunya dibenci kucing.


Ada yang berpendapat, jika keterlaluan, bisa dilakukan langkah ekstrem dan murah seperti menggunting cakar kucingnya. Tentu itu cara paling cepat agar barang terhindar dari cakaran kucing. Tapi ingat ada dampak negatifnya, seperti kucing menjadi lemah dan berkurang kekuatannya, terutama jika ada musuh mendekat. Lama kelamaan kucing menjadi tidak percaya diri, stres, dan menimbulkan masalah serta penyakit baru. Bahkan, di Eropa, kegiatan menggunting cakar kucing merupakan pelanggaran hukum yang sering tidak disadari (sumber: id.wikihow.com). Bisa dikatakan menggunting cakar kucing merupakan pelanggaran Hak Asasi Kucing 🐱.  Hukum di Indonesia tentang perawatan hewan peliharaan diatur dalam Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan terbaru Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) belum sedetail itu. Jadi, kita harus bertindak bijak jika hewan peliharaan kita melakukan sesuatu yang tidak disukai. Perhatikan sisi psikologisnya juga🙏.

Silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang hewan, hukum, inovasi, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:

Blog 1: vickycahyagi.com

Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com

Blog 3: listrikvic.blogspot.com